Senin, 27 Oktober 2025

Cerita Kelas 9.7

Hai, Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Hari ini Aku mau bikin halaman blog ini khusus untuk cerita anak-anakku di sekolah. Sebenarnya ini tugas mereka untuk membuat blog, tapi dikarenakan waktu pertemuan yang tinggal sedikit untuk materi ini jadilah mereka menulis ceritanya di kertas terlebih dahulu. Tapi esensi tugas ini adalah yang terpenting mereka bisa menuangkan isi pikiran mereka dalam bentuk teks cerita... 

Materi ini judulnya, yaitu "Blog." Capaian belajarnya adalah mereka bisa mengenal dan minimal mengetahui dasar dalam merancang konten blog. 

Cerita anak-anakku ini temanya adalah tentang hobi atau cerita inspiratif mereka. Let's check it out... Happy reading.

Silakan baca di bawah ya... Sesuai urutan ngumpul tugas dengan ibu, hahaha.

Cerita dari : Risma Dila

Hobi yang saya terapkan sejak kecil.

Bagaimana saya memulai hobi membaca dimulai sejak saya berusia lima tahun, Ibu saya selalu membacakan buku cerita untuk saya. Ibu ku selalu berkata betapa sulitnya mendapatkan buku cerita pada masanya dimana tidak ada telpon genggam dan toko buku yang terbatas. 

Ibu saya menggalakkan saya supaya membaca setiap hari. Mereka juga membeli berbagai bahan bacaan untuk saya seperti novel, komik, buku cerita, surat kabar, dan lain-lain. 

Saya beminat membaca buku cerita tentang misteri. Saya juga suka membaca bahan bacaan yang mengandung unsur lawakan (cerita jenaka). Membaca juga dapat menghiburkan hati dan juga merehatkan selepas penat belajar.

Membaca tidak hanya hiburan.

Bagaimana dengan membaca, bekerja tidak hanya sebagai hiburan melainkan sebuah hobi yang bermanfaat melalui membaca saya sadar bahwa saya melatih kemampuan berimajinasi hanya dengan beberapa kata maupun beberapa kalimat. Kemampuan bertindak juga tidak dikecualikan setelah membaca dalam waktu yang panjang. Bertindak cepat karena ketika membaca saya butuh cepat menangkap, mengerti, dan berimajinasi.

Membaca sang jendela dunia.

Bagaimana dengan membaca, membuka pandangan saya tentang dunia luar sana maupun yang tak dapat saya lampaui dan tak dapat dilampaui. lewat buku saya selalu mendapatkan kata baru yang memperluas kemampuan bahasa, maupun cara sang penulis menyusun kalimat dengan padu.

Cerita dari : Chintya Angelina

Hobi saya memasak dan bermain pianika, mengapa?

Hai semua! Nama aku Chintya Angelina, aku kelas 3 SMP atau kelas 9. Aku di sini menceritakan kehidupanku. Hobi ku adalah memasak dan bemain pianika. Aku akan menceritakannya sekarang.

Sehari-hari aku mencoba memasak yang sangat enak tapi itu sangat sulit karena sesudah memasak saya mencoba masakan saya tetapi setelah saya coba ternyata itu sangat asin, saya pun kaget karena sangat asin.

Dan beberapa hari lagi saya mencoba tetapi rasanya masih sama. Saya hampir menyerah karena masakan saya sangat tidak lezat tetapi saya ingat kalau saya menyerah nanti di masa depan saya tidak bisa memasak untuk keluarga saya tidak bisa memasak untuk keluarga saya dan setiap hari saya mencoba dan tiba waktunya. 

Di hari itu saya bisa memasak saya sangat bangga pada diri saya karena bisa memasak dengan lezat dan rasa yang pas tidak pahit dan tidak asin saya sangat senang sekali dan saya juga menyukai alat pianika. Setiap sesudah belajar memasak saya langsung bermain pianika dan belajar not pianika langsung seperti not lagu dan lain-lain.

Saya banyak sekali not pianika yang hapal saya senang sekali mendengar not pianika hapalan saya. Setiap hari saya menghapalnya, sampai-sampai orang di rumah saya memarahi saya karena setiap hari bermain pianika. tetapi ia memarahi bukan marah sekali, dia menasihati saya untuk bermain alat itu ada waktunya saya jadi ingat saya banyak pekerjaan yang lain.

Cerita dari: Zaskia Aqila Noviandri

Halo semua, aku akan menceritakan hobi yang sangat aku sukai. Sebelumnya perkenalkan dulu aku Zaskiya Aqila Noviandri. Aku sering dipanggil Zaskia atau Kiya. Aku memiliki hobi yang sangat menyenangkan. Apa ya kira-kira?

Sebenarnya aku itu banyak sekali hobi tapi aku sangat menyukai hobi berenang. Jika kalian bertanya-tanya bagaimana cara menghabiskan waktu luang yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga memeberikan segudang manfaat kesehatan, maka jawabannya adalah berenang.

Berenang adalah salah satu olahraga yang dapat dinikmati oleh segala usia, dari anak-anak hingga lansia. Dari memberikan ketenangan hingga melatih seluruh tubuh. Kenapa sih berenang itu bisa menjadi hobi yang paling ku suka? Karena, memiliki manfaat kesehatan fisik, kesehatan mental, aktivitas semua usia, hingga bermanfaat untuk pernapasan.

Yang paling saya sukai setelah berenang yaitu makan pop mie dan teh hangat. Oh, ya, tanpa kita ketahui berenang juga bisa menurunkan berat badan. Mengapa dapat menurunkan berat badan? Karena berenang tersebut bisa membantu membakar kalori yang ada di dalam tubuh kita.

Hobi berenang bukan hanya tentang bergerak di dalam air ini adalah perjalanan untuk menemukan kekuatan, ketenangan, dan kesehatan yang luar biasa.

Kesimpulan dari berenang ini menurut aku berenang ini bukan hanya hobi yang menyenangkan tetapi juga hobi yang bermanfaat bagi kesehatan fisik maupun mental kita, dengan kita mempelajari tekniknya, memahami manfaatnya, dan mengikuti tipsnya untuk meningkatkan kemampuan kita, bukan hanya yang menyukai hobi ini tetapi ini juga baik untuk semua orang jika ingin melatih kesehatan fisiknya atau mentalnya, segitu aja deh cerita aku tentang hobi.

Selain berenang aku juga memiliki hobi menggambar. Menggambar adalah salah satu seni yang sangat menakjubkan. Karena kita dapat menuangkan imajinasi melalui sebuah gambaran atau lukisan. Menggambar bukan hanya mencapur campurkan warna dan mencocokkan warna tetapi juga tentang ketenangan yang ada di dalam sebuah buku. Mengapa aku suka menggambar? Alasan mengapa aku sangat menyukai menggambar karena ketika gambaran yang kita selesaikan membuahkan hasil maka aku akan sangat senang karena telah menyelesaikan sebuah seni luki. Mungkin sedikit bingung ingin menggabar apa, tapi ketika sudah menemukan sebuah objek yang ingin digambarkan makan semua pikiran akan bekerja sama untuk menyelesaikannya. 

Cerita dari : Intan Permata Indah

Hobi saya bermain sepak bola. Kenapa saya bisa hobi bermain sepak bola?

Awal mulanya saya hobi bermain sepak bola, saya melihat teman-teman bermain sepak bola dan melihat idola saya tanding sama negara lain. Saya melihat itu dan ingin mencobanya. Saya pikir mainnya itu sudah, saya mencobanya dan yapp saya bisa bermain sepak bola. Ternyata bermain sepak bola itu tidak sesusah seperti yang saya pikirkan. Dari situ saya di ajak teman untuk bermain sepak bola lagi. Saya bermain-main terus dan akhirnya saya melihat teman laki-laki saya bermain sepak bola, saya melihatnya sangat seru. Lalu saya diajak teman saya bermain sepak bola dan saya berhasil mencetak gol! Dari situ saya suka bermain sepak bola saya diakui oleh pelatih eskul di sekolah bahwa saya pemain terbaik. Saya ingin sekali menjadi pemain timnas perempuan Indonesia.

Setiap hari saya dan teman-teman saya bermain sepak bola, di situ bermain seperti bisa mencetak gol berapa kali, saya sangat senang suka menonton idola saya bermain sepak bola di piala dunia.

Dari situ saya sering latihan bermain sepak bola agar bisa masuk timnas perempuan Indonesia. Saya sangat menyukai bermain sepak bola. 

Oke selesai... Sekian terima kasih.... Bye bye! <3

Cerita dari : M. Fajar

Hai perkenalkan nama saya Muhammad Fajar. Saya kelas IX SMP. Aku di sini ingin menceritakan kehidupan atau hobi saya. Hobi saya adalah marching band karena marching band sama saja seperti nyanyi tapi dia menggunakan alat dan alatnya beragam-ragam.

Seperti bass, balira, senar, mintom, pianika, simbal. Dan saya memilih senar. Senar menurut saya bisa ditepuk menggunakan stik supaya juga melatih tangan supaya lentur dan kita juga menghapalkan beragam beberapa lagu seperti Maju Tak Gentar dan Yasaman dan itu tantangan untuk saya dan melatih otak supaya berpikir dan menghapal ketukkan yang benar, pas, dan tidak salah.

Dan bukan itu saja, kita membuat barisan atau formasi supaya yang melihat tidak merasa bosan kalau kita tampil dan itu juga supaya melatih tangan kami supaya tidak kaku ketika menggunakan alat dan alat saya pakai sungguh berat.

Dan bukan itu saja, hobi saya ada lagi seperti bermain raket atau badminton, bermain rakte menurut saya bisa bikin sehat berkeringat itu sangat baik untuk kesehatan kita.

Dan sebelum bermain raket, kita melakukan pemanasan terlebih dahulu karena supaya tidak cidera kenapa saya bisa menyukai hobby bermain raket karena saya tertarik melihat orang tua yang sering bermain raket lalu saya tertarik dan ingin bermain dan di situ saya pulang untuk bilang dengan mama saya ingin membeli raket supaya saya bisa bermain raket. Mulai dari itu saya bermain setiap pagi bersama teman saya.

Cerita dari : Kiran Choirunnisyah

Menurut saya hobi itu adalah suatu kegiatan yang sering dilaksanakan atau juga suatu hal yang sangat disukai. Saya adalah salah satu orang yang memiliki hobi. Hobi saya yaitu menyanyi dan bermain basket, main game, bermain hp. Aku akan menceritakan semua hobi-hobi ku.

Aku sangat suka menyanyi di antara semua hobi-hobi ku. Aku sering bernyanyi lagu-lagu pop, dangdut, india, atau apapun itu. Bagiku bernyanyi itu dapat meluapkan isi hati ketika kita sedang sedih, senang, dengan isi lirik yang relate dengan keadaan kita dan bernyanyi dapat menaikan mood.

Selain bernyanyi aku suka bermain basket. Bermain basket sangat seru. Saat jam pelajaran olahraga aku selalu bermain basket.

Aku suka bermain game seperti mobile legend, roblox, dan juga game lainnya. Game merupakan hiburan untukku dan bermain itu sangat seru saat bersama teman. 

Menonton drama Indonesia, video tiktok, dan drama china, korea sangat seru itu juga termasuk hiburan di waktu luang. Dengan menonton drama-drama dapat membuat mood naik, senang, kadang juga turun, karena kesal dengan peran jahat di drama-drama tersebut.

Bermain hp, aku setiap hari bermain hp. Hp bermanfaat untuk belajar, dan mencari sesuatu dengan menggunakan aplikasi google. Hp juga menjadi hiburan dengan menggunakan aplikasi-aplikasi yang ada di dalamnya. Hp dapat membantu belajar daring menggunakan aplikasi zoom, whatsapp, dan lainnya.

Terima kasih...

Cerita dari : Nadya Raisah Ulya 

Bagi saya hobi itu adalah hal atau kegiatan yang sering saya lakukan. Hal yang sering saya lakukan atau hobi saya ada banyak yaitu menggambar, menyanyi, bercerita, berfoto. Awalnya saya melihat seseorang yang menggambar pemandangan yang sangat indah, bagus, dan maa syaa Allahnya ia menggambar pemandangan itu tampak asli dan nyata disitulah saya berpikir "Apakah aku bisa menggambar seperti itu?" Dari situlah saya mencoba dan melakukan hal tersebut dan meluapkan perasaan melalui gambaran.

Begitu juga dengan hobi saya yang lain seperti menyanyi. Saya melihat seseorang di TV suaranya bagus, merdu, dia juga dikenal banyak orang dan dia juga sering di undang di berbagai stasiun TV. Dari situ juga saya berfikir, "Apakah aku bisa menjadi seperti orang itu yang dikenal banyak orang, diundang di berbagai televisi." Dan dari bernyanyi kita juga bisa mengeluarkan perasaan yang kita rasakan melalui lagu-lagu.

Sebenarnya berfoto bukan hobi saya tapi hal tersebut merupakan hal yang sering saya lakukan di rumah, di lingkungan manapun. Bercerita juga merupakan hal yang sering juga saya lakukan. Bercerita itu bisa membuat kita lega, saat kita sedang bahagia, senang, sedih, sakit hati. Dengan cara bercerita tersebut kita dapat mengeluarkan isi hati yang kita rasakan, walaupun kita bercerita dengan diri kita sendiri.

Dari ke-4 hobi/hal yangs ering saya lakukan tersebut. Dengan 4 hal itulah saya dapat meluapkan dan mengeluarkan apa yang sedang saya rasakan dan apa yang saya lakukan.

Ketika tidak ada yang mendengarkan atau merasakan apa yang saya lakukkan dengan ke-4 hal itu, saya dapat meluapkan isi hati dengan cara menggambar, sambil mendengarkan musik dan bercerita dengan diri saya sendiri. Itulah hal dan hobi yang saya rasakan dari hobi saya tersebut.

Cerita dari : M. Aidil Annillah 

Perkenalkan nama saya Aidil, biasa dipanggil Endek. Hobi saya adalah mendengarkan musik atau lagu. Saya suka mendengarkan musik karena membuat saya merasa tenang dari berisiknya dunia. Saya sering mendengarkan musik saay belajar atau membuat pr. Saya suka lagu pop yang sering saya putar adalah "Aku Milikmu" dari Dewa 19. Saya menyukai lagu itu karena saya menyimpan seseorang di dalam lagu itu. Alasan saya sering mendengarkan lagu adalah untuk membantu saya menghilangkan stres dan meningkatkan semangat saat saya sedang beraktivitas.

Selain mendengarkan musik, hobi saya juga mencoba hal-hal yang baru. Saya suka melakukan sesuatu yang belum saya lakukan sebelumnya. Seperti belajar memasak, bermain permainan yang belum saya mainkan. Menurut saya mencoba hal baru itu menyenangkan karena bisa menambah pengalaman dan membuat hidup lebih berarti. Saya belajar untuk berani dan tidak takut gagal. Setiap pengalaman baru memberikan pelajaran yang berharga meskipun terkadang hasil tidak sesuai dengan ekspektasi. Hal-hal baru bukan hanya soal keberanian, tetapi juga cara untuk berkembang dan menemukan potensi diri yang mungkin belum saya sadari. "Belajarkan dari kegagalan, karena kegagalan itu adalah pelajaran terbaik." (M. Aidil Annillah 2025)

Dan selain itu saya juga hobi berolahraga. Saya suka berolahraga karena biar badan sehat dan kuat. Saya juga berolahraga karena bisa melampiaskan semuanya. Mulai dari Workout, main bola, dan lain-lain.

Cerita dari : Annisa Fitriani

Hy everyone! >_<

Perkenalkan nama saya Anisa Fitriani. Saya dipanggil Ica. Saya mempunyai hobi yang menyenangkan, hobi saya ada 4, yaitu bernyanyi, membaca, dan dance. Mengapa saya menyukai hobi itu? karena itu sangat menyenangkan bagi saya. Jika saya merasa sedih, saya bisa melakukan hobi saya. Saya harap saya bisa memanfaatkan hobi saya, seperti bernyanyi, saya ingin bernyanyi di keramaian, tapi saya merasa "Sepertinya aku tidak pantas menjadi penyanyi. Karena suara ku yang jelek. Napas ku pendek, cempreng." 

Sabtu, 30 Januari 2021

Semester 5 PT Paling Berkesan


Saat itu, adalah hari terakhir kelas materi dari dosen F. Seminggu sebelumnya aku duduk di barisan paling depan seperti biasa, namun hari itu agak sedikit berbeda, dengan mata kuliah yang sama dan dosen yang sama, bedanya ada penekanan di, ''Ayo anak-anak keluarkan pendapat kalian, jangan diem aja!'' dan aku sekejap berpikir, ''Perasaan dari kemarin-kemarin pasti ada aja yang mau ngejawab, sekarang kenapa dipermasalahkan?'' ujarku membatin sambil menundukkan kepala.

Lalu dosen F lanjut lagi, ''Dari kemarin yang sering jawab yang itu-itu saja orangnya, yang lain kenapa ngga mau aktif? Bapak ngga mau di perkuliahan bapak yang aktif itu-itu aja, semua harus aktif'' ujarnya dengan penekanan disetiap kata. Kali itu dosen F tampaknya sangat kecewa, seperti merasa gagal berbuat sesuatu yang ingin dicapai diperkuliahannya, ya yaitu keaktifan mahasiswanya yang tidak maksimal. Padahal semua anak ''pernah'' aktif walaupun tidak serentak, habisnya menurutku itu dikarenakan gaya mengajarnya yang membuat tegang dan terlalu banyak penjelasan :')) maaf ya pak.

Setelah dia mengungkapkan kekecewaannya di 2 pertemuan terakhir sebelum UAS itu dia mengakhiri kelas. Itu membuatku merasa seperti akulah penyebabnya, hahaha. 

Di minggu berikutnya, aku merasa takut, sehingga memilih untuk duduk dibarisan paling belakang, padahal sahabatku telah menyiapkan kursi seperti biasa karena aku sering telat dan tidak kebagian kursi depan, tapi kali ini aku tidak ingin duduk di depan, takut.

Kulihat masih ada mahasiswa yang belum datang, dan akhirnya dua orang mahasiswa masuk disusul dengan dosen F. Padahal di barisan depan masih banyak yang kosong namun sialnya dua orang ini duduk disampingku. Aku ingin selalu melihat ekspresi dari dosen F ketika mengajar, kali itu aku tidak terlalu antusias melihatnya, aku hanya mendengar sambil menundukkan kepala, berharap kali ini aku tidak dibuat merasa bersalah karena tidak aktif. 

Seniat hari itu aku tidak ingin terlalu tampak oleh dosen F, ternyata tetap saja manusia yang duduk disampingku ini menyebabkan kerisihan, bagaimana tidak, dia aktif menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen F dan hal itu menyebabkan kontras yang cukup mengganggu dimata dosen F dan lagi-lagi aku merasa bersalah dan takut, kali itu aku ingin sekali berbicara dan ikut berpendapat, sebetulnya setiap ada pertanyaan aku selalu ingin berbicara tapi aku sangat takut.

Itu adalah kelas terakhir dan minggu depan adalah jadwal UAS dimana hanya akan ada kertas pena dan suara senyap yang bertemu. Kakak tingkat masuk sambil membawa soal ujian, aku kira dosen F tidak akan masuk tapi ternyata dia baru tiba, dan ya lanjut senyap, UAS dimulai..

Aku jadi mengingat sesuatu, saat itu adalah jadwal UTS, aku ingat waktu itu dosen F masuk meletakkan tasnya lalu izin keluar kelas, aku bisa melihatnya dari balik pintu hitam entah apakah dia bisa melihat kedalam dengan jelas atau tidak, aku melihatnya menunggu sesuatu, teman-temanku bilang, mungkin bapak sedang menunggu foto copyan soal UTS dari seseorang yang ia suruh.

Aku yang sedang melihatnya memainkan ponsel sambil menunduk tepat didepan pintu yang tertutup tiba-tiba ia mengangkat kepala dan ya aku sadar dia mungkin melihatku sedang melihatnya, dari tadi. Aku gugup, karena posisiku persis berada di depan mejanya, rasanya aku mau pingsan saja. Untung saja seseorang datang, tampak merekalah yang sedang dosen F tunggu sembari mengambil kertas yang akan digunakannya untuk ujian, huhah. 

Rasa gugupku bertambah ketika soalnya sudah diletakkan di atas mejaku, aaaa. Awalnya aku duduk di belakang mejaku saat ini, tapi dikarenakan tidak ada yang mengisi jadilah aku yang harus maju. Tidak bisa melirik kiri kanan, aku sungguh bingung, tidak ada yang b erbisik sampai terdengar oleh telingaku juga, susah sekali soalnya saat itu, omaigat betapa teganya pembuat soal itu!

Dan aku menyerah, bisa tidak bisa, harus dijawab, untungnya semua jawaban sudah disediakan, tapi, jawabannya berlebih sehingga membuatku banyak bingungnya. Misalkan jumlahnya pas juga aku masih tidak yakin bisa menjawab benar lebih dari 10 huhuhu. Setelah selesai aku mengumpulkan lembar jawabanku dan aku mengambil tas yang berada di samping tempat duduk dosen F. Aku ingat sekali, saat itu aku hendak bicara ''permisi'' namun yang keluar dari mulutku malah kalimat ngawur, untung saja suaraku kecil, tapi gelagatku sambil menoleh kearahnya seharusnya akan membuatnya heran dengan apa yang baru saja aku katakan, tapi tidak peduli setelah keluar dari pintu aku berlari menuju tangga dan bingung sendiri dengan apa yang terjadi barusan. Hahaha, bulan juni lalu tepatnya di akhir semester 6 dosen F sudah berpulang ke kampung asalnya di Aceh. 

Jika ada seorang pembaca yang ingat kenapa belakangan aku selalu membicarakan tentang Aceh, sebetulnya karena aku sangat merindukan seseorang dari kota itu. Walaupun dosen F menyimpan kontak WAku terkadang dia membagikan sesuatu di storynya tapi itu tidak cukup alasan untuk aku menanyakan kabarnya, karena kami tidak begitu dekat, jadilah aku hanya bisa bertanya dengan temanku yang belakangan baru pulang dari Aceh itu bagaimana disana atau disana.

Rindu dalam artian bukan yang kaya orang bucin itu ya, ya rindulah gimanasi rindu mahasiswa ke gurunya. Ada 3 dosen yang dhea kagumi dan mereka sangat berkesan untuk dhea

Jumat, 29 Januari 2021

Satu hanya akan satu

 ''Baek Seun Joo", ada seorang teman yang mengetahui siapa nama dibalik panggilan itu, iya itu adalah panggilanku untuk seseorang. Sebagaimana seorang teman itu tahu satu kisah seperti yang orang lain juga tahu, tapi hanya dia yang menghayati karakter sebuah drama, hahaha. 

Lucu juga, karena ada sebuah kisah yang dia kira sama seperti nama karakter drama dan menyebutnya dengan ''Baek Seun Joo'' in real life, hahaha, itu juga yang aku bayangkan sebetulnya. Aku suka karena hanya dia yang menyadari itu. Tapi, kisahnya tidak persis sama, tepatnya hanya dibagian ''Mengejar-ngejar dengan cara yang bisa dibilang sama ''agresif'''' hahaha terhadap seseorang yang begitu kita cintai selama 4 tahun, dan di dunia nyata ini waktunya tidak cukup sebatas itu, tepatnya aku menyukai seseorang yang ku sebut dia ''Baek Seun Joo'' itu selama 5,5 tahun, iya, aku baru berhenti menyadarinya ketika semester 3 kuliahku. bisa dikira-kiralah ya sejak kapan aku memulai.

Karena jatuh cintaku kepada tugas di semester tiga dan kepada kesehatan mentalku, hahaha. Kau harus tahu, menyukai seseorang sepihak seperti itu sangat menguras energi :D. Apakah itu artinya aku menyerah? tidak, aku tidak mudah menyerah dengan berhenti mencintai, aku hanya ''tidak dengan dia''. Walaupun lewat dari semester tiga, aku tetap pernah berpikir tentang dia, lagi. Bertanya ''Apa yang sedang dia lakukan saat ini?'', ''Apakah sikapnya telah berubah hangat?'' hahaha, itu cukup mengganggu, tapi kepalaku ini tetap saja repot-repot penasaran. 

Endingnya tidak sama, eh gatau ding hahaha. Seharusnya aku juga mengenalkan kepada temanku itu karakter Choi Dalpo, dia tahu betul karakter itu karena dia juga penyuka drama, tapi yang satu ini dia tidak tahu siapa yang kusebut dengan panggilan itu, hahaha penting kali ah.

Memilih tampan atau cerdas? tentu saja kupilih cerdas, kalau dia cerdas dia akan tahu penampilan yang baik akan menguntungkannya jangka panjang. Ingat ya, penampilan yang ''Baik''.

Hal yang harus diingat, hanya ada satu hati untuk seorang pencuri.

Dulu tidak sekikuk ini rasanya bercerita.

(continued on 14 march 2021..... )

Saat ini, Aku lagi bingung tentang pernyataan seseorang di dalam statusnya beberapa waktu lalu, bunyi statusnya itu kira-kira tentang dia yang menyerah untuk memperjuangkan seseorang yang tidak memberikan kesempatan untuk dia membuktikan sesuatu. Kenapa itu menggangguku? karena itu dari seseorang yang cukup bermakna. Dia adalah seorang teman baik. Tidak terjadi apa-apa di antara kami, hanya teman sejauh ini. Dikatakan dekat mungkin itu cukup meragukan, dikatakan tidak kenal itu terlalu naif. Intinya dia adalah seorang teman baik lah ya, bingung menyebutnya apa, hahaha gajelas. 

Biar kuceritakan sedikit seperti apa dia dan saya dalam berteman. Kami ''Tidak pernah'' bertemu sejak 4/5 tahun dari sekarang 2021. Sangat jarang berkomunikasi walaupun menyimpan kontak satu sama lain (mungkin) tapi dia dan saya pernah chatingan melalui nomor kontak sebut saja wassap. 

Dia orang yang cukup cuek dan, jutek, saya juga sama, bisa dikatakan kami hampir mirip ke pribadiannya, saya cukup gengsi mengakui apapun dengannya, hingga saat kami chatingan yang ada hanya percakapan singkat yang krik-krik (kelihatannya begitu). Hahaha taulah ya teman seperti apa kami ini.

Saya sedang merindukannya, tapi tentu malu mengatakan kepadanya, saya sering mondar mandir melihat percakapan yang pernah ada (sebagian), hanya sebagian percakapan yang menjengkelkan yang masih tersimpan (karena pesannya pendek-pendek, hahahah, namun cukup manis karena dia senang memberitahu sesuatu tanpa saya tanya, apapun itu tentang kegiatannya, hahaha, itu cukup manis untuk saya), entah bagaimana dengan dia, tidak pernah kudengar apa-apa tentangnya dari orang lain karena orang lain tidak tahu jika kami berteman, hahaha, sekalipun mereka teman satu sekolah kami dulu.

Saya tidak terlalu tahu tentang dia walaupun kami berteman, jadi, taulahya teman seperti apa kami, hahaha (sekali lagi). Saat ini saya dan dia berada di provinsi yang sama, tapi, tetap saja belum ditakdirkan bertemu walaupun bisa saja disengaja. Oh ya, Saya juga tidak suka jika disengaja, karena itu membuatnya tidak surprise lagi hahaha. Saya dapat bahagia dengan kejutan-kejutan kecil, dan jika nanti bertemu karena takdir dengannya itu akan menjadi kejutan besar untuk saya, tidak tahu dengan dia. Sekarang saya hanya harus bersabar, dalam menahan rindu, hahaha.

Ngomong-ngomong tentang pertemuan, dulu ketika dia dan saya juga di provinsi yang sama, dia pernah mengajak saya jalan lewat facebook, tapi saya hanya membalas dengan polosnya ''dengan siapa?'' dia jawab, ''dengan kamu'' hahaha itu sangat manis. Dan saat itu, saya tolak, karena diluar pengawasan orang tua, hahaha. Dulu saya taunya dia juga merantau di sini sebelum saya tahu bahwa dia dan orang tuanya memang berasal dari sini. Kupikir karena kami sama-sama kos, saya tidak boleh seenaknya keluar dengan laki-laki yang juga sedang bebas dari pengawasan orang tua. Karena itu tidak baik, nanti takutnya terbiasa.

Saya lebih baik jalan-jalan sendiri daripada diajak seorang anak kos laki-laki jalan-jalan berdua tanpa rasa takut. Saya mungkin cukup kikuk dan naif ya hahahah. Saat saya sendiri bepergian, saya pernah terpikir andai saja ada teman saya yang menemani, saya takut sendirian sebetulnya, tapi saya juga bukan penakut akut. Dengan membawa segenap keberanian, saya pergi sendiri ke tempat yang saya ingin. Kabar buruknya, pernah digodain sama pengamen, tapi karena saya sedang sendiri saya hanya bisa berkamuflase dengan menunjukkan raut wajah sinis agar dia menyadari betapa menakutkannya jika menggoda saya, hahahha, tetap saja dibilang ''neng, manis sekali'', dasar!! pengamen sekarang tiada takut-takutnya dengan tuhan! Setelah itu tetap saja saya tidak kapok bepergian sendiri, hahaha. saya mudah bosan dengan aktivitas saya walaupun saya bersemangat untuk apapun, jika bisa bahkan ingin sekali saya tetap melakukan aktivitas biasanya sambil jalan-jalan, sayangnya itu bisa merepotkan saya, hahaha.

Sudah dululah, bye!!





Cerita Kelas 9.7

Hai, Assalaamu'alaikum warahmatullahi wabarakaatuh. Hari ini Aku mau bikin halaman blog ini khusus untuk cerita anak-anakku di sekolah. ...